Monday, January 24, 2011

SUARA TERAKHIR

SUARA TERAKHIR 


1
Persis angin berlagu sayup,
Malam nan dingin sedikit terasa,
jemari ini seakan terhenti,
Tiba tiba ku dikejutkan suara......

"Ku seru nama mu",
"Tunaikan janji mu",

Wajah itu menjeling ku,
Sunyi ini bergema hilai tawa,
Bersilih tangisan sayu.......

Matanya masih tajam,
Dia seakan membicara sesuatu,
Seolah menyeru ku,
Meminta janji.....

2
Kenapa aku,
Siapakah gerangan rambut mengurai,

Kau seru nama ku,
Namun tiada kau bercerita,
Kabur memori penuh tanda tanya......

3
Biarkanlah semua berlalu,
Baliklah ke asal mu,
Biarkan segala terhenti......

Apa yang kau mengerti,
Aku takkan aman,
Selagi dendam kesumat terbalas......

Darah dibayar darah,
Darah dendam ini kan terus mengalir,
Sehingga si jahanam itu mati.......

4
Biarkan ku disisi mu,
Kau dan aku bersatu,
Menjadi satu.....

Si jahanam mula dihantui,
Mirip wajah ini semirip si mati,
Kejadian sedekad lalu mula terungkai.....

Memori itu kembali pada ku,
Mata merah tepat tajam,
Memandang si pesalah......

5
"Hentikan",
"Biarkan Tuhan membalas"

Diri ini terleka seketika,
Tika itu tusukan tajam berkunjung,
Mengundang nestapa...

Tiada maaf bagi mu,
Pisau itu kembali kepada pemiliknya,
Menamatkan segalanya......

Mata ini kiar kabur,
Nafas ku kian lemah,
Dalam tak sedar itu adalah suara terakhir ku.......

Tajuk: SUARA TERAKHIR
Penulis: PENULIS JALANAN


adaptasi dari cerpen SUARA TERAKHIR



No comments:

Post a Comment